Skip to main content
Artikel

Ayo Rehab! Happy to be Drug Free! .

Dibaca: 7 Oleh 27 Agu 2021Tidak ada komentar
berita dan artikel 1

Hidup sehat dan bahagia adalah dambaan setiap orang terutama dalam kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini. Faktanya, pemikiran tersebut tidak dimiliki oleh semua orang. Hal ini dibuktikan dengan maraknya pemberitaan media terkait peredaran narkotika di masyarakat. Mulai dari penangkapan bandar narkoba, temuan penyelundupan narkotika yang memiliki berat berton-ton, hingga hingga public figure tertangkap tangan sedang menggunakan narkotika.

Banyak pemberitaan di berbagai media elektronik, yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan peredaran narkotika. Hal tersebut dapat ditimbulkan dari berbagai faktor, terlebih di situasi serba sulit seperti saat ini. Salah satunya dapat menimbulkan tingginya tingkat kejenuhan seseorang yang kemudian dimanfaatkan oleh para pengedar untuk menawarkan narkotika, terutama kepada mereka yang berasal dari tingkat ekonomi kelas atas. Padahal menurut National Institute of Drug Abuse, penyalahguna narkotika lebih rentan tertular virus Corona dibandingkan orang normal yang tidak menggunakan narkotika. Hal tersebut disebabkan oleh narkotika yang disalahgunakan dapat merusak saluran pernafasan penggunanya. Di lain sisi, Virus Covid-19 merupakan virus yang menyerang saluran pernafasan, sehingga saluran pernafasan yang sudah tidak sehat akibat penyalahgunaan narkotika akan lebih mudah terinfeksi virus Corona.

Dalam sebuah webinar “Pencegahan Penyalahgunaan Napza di Era Pandemi” pada Sabtu (27/3) oleh BNN Republik Indonesia bersama dengan Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. dr. Soewadi, MPH., Sp.KJ(K) (Ketua Pusat Studi Napza UII) menilai penyalahgunaan napza seperti halnya fenomena gunung es, dimana jumlah penderita penyalahgunaan napza yang tampak di permukaan lebih kecil dibanding dengan yang tersembunyi. Beliau juga menambahkan bahwa, dalam catatan WHO, jumlah kasus yang tersembunyi di masyarakat (dark number) sepuluh kali lebih banyak dari pada kasus yang tampak di permukaan.

Mirisnya, kita tidak pernah mengetahui seburuk apa narkotika tersebut akan menimbulkan dampak terhadap tubuh. Bagimana apabila generasi penerus bangsa merupakan penyalahguna narkotika? Tentunya akan menjadi mimpi buruk bagi keberlangsungan negara. Maka dengan demikian, dibutuhkannya kunci keberhasilan menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika, yakni dengan meningkatkan komitmen diri. Adanya kesadaran diri pada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkotika.

BNN sebagai ujung tombak pelaksanaan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) telah ada di Kota Mojokerto melalui pelaksanaan tugas dan fungsi BNN Kota Mojokerto. Salah satu layanan yang tersedia di BNN Kota Mojokerto adalah layanan rehabilitasi yang membantu korban penyalahguna agar tidak jatuh terlalu dalam pada penyalahgunaan narkotika. Layanan rehabilitasi tersebut bertempat di Klinik Pratama BNN Kota Mojokerto. Layanan tersebut telah memenuhi Standar Pelayanan Rehabilitasi seperti yang disebutkan dalam Peraturan Badan Narkotika Nasional Nomor 24 Tahun 2017 tentang Standar Pelayanan Rehabiltasi Bagi Pecandu Narkotika dan Korban Penyalahgunaan Narkotika.

Pelayanan rehabilitasi di Klinik Pratama tersebut, tidak hanya berfokus kepada masyarakat daerah Kota Mojokerto, tetapi juga kepada daerah sekitar yang belum memiliki BNN Kabupaten/Kota sendiri. Hal tersebut didasarkan pada cakupan wilayah kerja BNN Kota Mojokerto yang didasarkan pada Surat Keputusan Kepala BNNP Jatim No. KEP/31/III/KA/OT.04/2019/BNNP-JATIM. Surat Keputusan yang tertanggal 15 Maret 2019 tersebut menyatakan bahwa, BNN Kota Mojokerto memiliki jangkauan wilayah kerja di Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto dan Kota Mojokerto tentunya. Hadirnya Klinik Pratama sendiri merupakan wujud nyata upaya Pemerintah untuk berperang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi menyelamatkan generasi Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Jadi, ayo Laporkan ke Klinik Pratama BNN Kota Mojokerto apabila ada teman/keluarga/ tetangga yang menjadi pengguna/penyalahguna narkoba. Dengan melaporkan, para pengguna/ penyalahguna, mereka bisa mendapatkan penanganan yang tepat melalui rehabilitasi sehingga bisa pulih dan kembali produktif di lingkungannya.

 

Oleh Laily Wahyuningtyas P.H.

 

Terkait

Kirim Tanggapan