Skip to main content
Pemberantasan

Razia di Hari Valentine, Walikota dan petugas temukan Pasangan mesum dan Pengguna Narkoba

Dibaca: 8 Oleh 16 Feb 2020Desember 5th, 2020Tidak ada komentar
Razia di Hari Valentine, Walikota dan petugas temukan Pasangan mesum dan Pengguna Narkoba

 

Kota Mojokerto – Razia digelar oleh Satpol PP Kota Mojokerto bersama Badan Nasional Narkotika (BNN). Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP Suharsi, S.H., M.Si turun langsung dalam Razia hari Jumat (14/2) yang bertepatan dengan Hari Valentine. Sejumlah rumah kos di Kota Mojokerto dirazia petugas gabungan saat perayaan Hari Valentine. Dalam razia itu, petugas mendapati pasangan yang sedang berhubungan badan dan menggunakan narkoba di kamar kos. Razia memang dilakukan untuk mengantisipasi perbuatan mesum pada remaja – remaja dan penggunaan narkoba. Satu per satu sejumlah indekos disisir Walikota Mojokerto dan Kepala BNN Kota Mojokerto bersama Kepala Satpol PP Kota Mojokerto.

Razia di Hari Valentine, Walikota dan petugas temukan Pasangan mesum dan Pengguna Narkoba

Razia pertama menyasar home stay Griya Nala di Jalan Empunala, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Petugas tak menemukan satu pun pasangan mesum di tempat ini. Petugas lantas menyisir tempat kos di sebelah timur home stay Griya Nala dan tempat kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Dari salah satu kamar kos di Jalan Empunala, anggota Satpol PP menemukan kondom dan tisu magic. Kamar kos ini dihuni wanita berinisial MA (19), warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dia kepergok sedang bersama seorang pria di kamar kos tersebut. Karena malu, MA menutupi wajahnya dengan masker. Pasangan ini diamankan petugas bersama kondom dan tisu magic yang ditemukan.

“Kami temukan alat kontrasepsi dari salah satu kamar. Namun yang bersangkutan tidak mengakui itu miliknya. Katanya milik temanya yang sebelumnya menempati kos tersebut,” kata Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono. Beliau menjelaskan, dalam razia di Hari Valentine ini, pihaknya mengamankan tiga pasangan mesum dari tempat kos di Jalan Empunala. Pasangan bukan suami istri itu dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto di Jalan Bhayangkara. Yang mengejutkan, terdapat seorang gadis di bawah umur yang juga diamankan petugas penegak Perda dari kosan di Jalan Empunala. Gadis yang seharusnya masih duduk di bangku SMP ini bekerja menjadi Pemandu Lagu. “Ini sangat miris. Bagaimana seorang anak yang seharusnya mengenyam pendidikan SMP, tapi harus bekerja seperti ini. Nanti saya mau bertemu dengan orangtuanya,” kata Walikota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, S.H. yang kerap disapa Ning Ita. Perempuan belia berparas cantik itu diketahui memang sudah putus sekolah.

Sebelumnya, melalui surat edaran Ning Ita menghimbau kepada seluruh sekolah – sekolah agar seluruh anak didik tidak merayakan Hari Valentine. Sehingga, kegiatan – kegiatan yang mengarah pada hal – hal negatif bisa dicegah sejak dini. “Kami sudah berikan imbauan kepada pihak sekolah untuk diteruskan kepada orangtua, agar anak – anak tidak merayakan Valentine yang dapat merugikan diri sendiri,” imbuh beliau.

Razia kemudian dilanjutkan ke rumah kos di Jalan Raya Meri, Kelurahan/Kecamatan Kranggan. Di tempat inilah, petugas BNN Kota Mojokerto menemukan sebuah alat hisap sabu yang belum lama dipakai. Alat hisap sabu itu ditemukan dalam lemari di kamar kos seorang perempuan yang digeledah petugas. Saat dilakukan tes urine, perempuan penghuni kamar kos itu positif narkoba. “Alat hisap yang kita temukan diduga baru digunakan sekitar 2 minggu ini.  Dan memang benar, setelah dites urine hasilnya dinyatakan positif Amphetamin,” kata AKBP Suharsi, S.H., M.Si., Kepala BNN Kota Mojokerto. Sementara di kamar lain yang dihuni seorang pelajar, petugas menemukan tembakau dan alat pelinting rokok. Perempuan positif narkoba dan pelajar penghuni rumah kos itu kemudian dibawa oleh petugas. “Kita bawa ke BNN untuk kita proses, karena yang bersangkutan sudah menyebut dua nama, kalau makai (nyabu) ya di sini. Untuk tembakau dan alat linting rokok, kami khawatir jika ada campuran narkotika. Sehingga yang bersangkutan kami amankan. Pengakuan yang bersangkutan, tembakau dari aceh, akan kami dalami lagi,” tutur beliau.

Razia di Hari Valentine, Walikota dan petugas temukan Pasangan mesum dan Pengguna Narkoba

Selain itu, anggota gabungan juga mengamankan sejumlah minuman keras dan sebuah jimat yang di simpan dalam tas para penghuni kamar kos. Pasangan yang terjaring razia gabungan tersebut kemudian dibawa ke kantor Satpol PP Kota Mojokerto di Jalan Bhayangkara untuk dilakukan pendataan dan tes urine. Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heriyana Dodik Murtono mengatakan, razia tersebut digelar tak lepas dari banyaknya jumlah tempat kos yang ada di Kota Mojokerto yang ditengarai menjadi sarang asusila. “Di Kota Mojokerto terdapat 629 tempat kos dan ini banyak yang belum berizin, sehingga kita gelar razia rutin,” tegas Kepala Satpol PP Kota Mojokerto.

Menurut beliau, razia dilakukan tidak lain untuk mempresure adanya tindakan asusila dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang di dalam tempat kos yang ada di Kota Mojokerto. Ke enam pasangan bukan suami – Istri tersebut diamankan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum.

 

TIM HUMAS BNN KOTA MOJOKERTO 2020

Terkait

Kirim Tanggapan